Ubs Tavel & Tour

Get your expereince in bali

Seni dan Budaya Karangasem

Ditulis oleh pande aditya di/pada Agustus 4, 2008

Gotong Royong
Seperti halnya dibagian lainnya di Bali, kehidupan social Kabupaten Karangasem didukung oleh semangat kerjasama yang saling menguntungkan, baik berhubungan dengan kepentingan umum (masyarakat) maupun anggotanya. Cara tolong-menolong ini disebut “Gotong Royong”. Hal ini telah menjadi bagian dasar dari hidup sebagai anggota masyarakat yang perlu membantu satu sama lain dalam berbagai hal. Segala sesuatu dilakukan secara bersama-sama tanpa mengharapkan penghargaan.
Tari Bali
Musik dan tari adalah bagian yang tidak terpisahkan dari agama di Bali. Tarian-tarian Bali diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu tarian pertujukan dan tarian sakral. Tari pertunjukan (bebalihan) adalah tarian yang umumnya dimainkan/dipentaskan untuk hiburan, sementara tari sakral (wali) merupakan tarian yang hanya dapat dimainkan untuk mengiringi upacara keagamaan tertentu. Ada beragam jenis tari pertunjukan seperti: tari lebah, tari perang, tari untuk mencari pasangan, tari penyambutan tamu, dan lain sebagainya; sementara, tari sakral seperti: tari pendet, rejang dewa, Sanghyang, topeng, dan lain sebagainya.
Angklung
Angklung (dikenal sebagai Angklung Kelentungan) adalah suatu jenis alat musik tradisional yang terbuat dari empat keeping logam, menghasilkan empat nada. Jenis gamelan seperti ini menghasilkan nada sedih, melankolis, dan lulling dinamis. Angklung merupakan bentuk gamelan tertua, berasalah dari abad ke-10. Umumnya, Angklung dimainkan untuk mengiringi suatu upacara kremasi.
Gong Kebyar
Gong Kebyar berasal dari Bali Utara. Biasanya sebagai pengiring tarian. Perkembangan gong kebyar sekarang berdasarkan pada nada lelegongan. Gong jenis ini dapat digunakan untuk berbagai jenis kegunaan, baik mengiringi tarian dan odalan di pura.
Baleganjur
Baleganjur dilengkapi dengan instrumen tambahan (dikenal sebagai angklung) terbuat dair batang bamboo. Kombinasi Baleganjur dan instrument angklung disebut “kocokan”. Kocokan umumnya ditampilkan pada upacara keagamaan atau ritual lain.
Genjek
Genjek merupakan salah satu seni Kabupaten Karangasem. Hal yang unik dalam genjek adalah bahwa ada kebiasan meminum “tuak” sebelum mereka memainkan genjek; tujuannya agar nyanyian mereka lebih atraktif. Genjek pada awalnya hanya merupakan kegiatan untuk menghabiskan waktu senggang para penduduk desa dengan menyanyi bersama. Biasanya nyanyian genjek bertemakan kehidupan social dan intercourse. Genjek dapat dipadukan dengan tarian yang disebut “joged” secara spontan.
Magibung
Magibung merupakan suatu tradisi unik tentang makan bersama dalam suatu kegiatan yang menunjukkan kelompok masyarakat dalam kesedihan dan kegembiraan yang memiliki beberapa aturan. Satu porsi nasi diletakkan pada piring yang dibuat dari daun yang disebut “aled”. Aled-aled yang lain berisi lawar, sate, komoh, dan sambal embe (bawang goring, cabai goring, dan garam), air atau tuak, dan basehan (air ditaruh dalam suatu mangkok untuk mencuci tangan). Biasanya minum air atau tuak adalah merupakan kegiatan terakhir. Magibung biasanya dilakukan pada aktifitas seperti upacara keagamaan atau kerja tradisional di Kabupaten Karangasem.
Ngaben
Ngaben adalah upacara tradisional unik di Bali yang juga dipraktikkan di Kabupaten Karangasem. Ngaben merupakan upacara suci untuk roh orang yang meninggal. Upacara ini dilakukan oleh putra-putri orang yang meninggal. Upacara ini bertujuan untuk mengembalikan roh orang yang meninggal agar bersatu kembali ke Sang Pencipta, Ida Sanghyang Widhi Wasa. Menurut doktrin Hindu yang dipraktikkan di Bali, upacara ini dianggap sebagai upacara terakhir dalam siklus hidup seseorang di dunia.
Otonan
Otonan merupakan upacara yang dilakukan orang tua terhadap anaknya untuk penyelamatan kepada Tuhan (Ida Sanghyang Widhi Wasa) yang dilakukan sekali dalam enam bulan (berdasarkan pada perhitungan Kalender Bali). Tujuan lain kegiatan upacara ini adalah untuk untuk menghormati Ibu pertiwi dengan harapan sang anak memiliki umur panjang dan beruntung.

Sumber http://www.karangasemtourism.com/id/seni_budaya/

Ditulis dalam Bali | Leave a Comment »

Tirta Gangga

Ditulis oleh pande aditya di/pada Agustus 4, 2008

Sejarah:
Tirtagangga dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman air ini dikonstruksi dalam arsitektur yang sangat unik dengan gaya Bali dan Cina.

Lokasi:
Tirtagangga terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang-sekitar 83 km dari Denpasar dan 6 km dari Amlapura ke utara.

Fasilitas:
Fasilitas yang tersedia di daerah ini antara lain hotel-hotel kecil, restoran-restoran kecil, dan warung-warung serta areal parkir yang luas.

Deskripsi:
Tirtagangga terletang pada daerah 1,2 hektar yang terdiri atas tiga kompleks. Kompleks pertama yakni pada bagian paling bawah dapat ditemukan dua kolam teratati dan air mancur. Kompleks kedua adalah bagian tengah dimana dapat ditemukan kolam renang; sementara, pada bagian ketiga, yakni kompleks ketiga, kita dapat menemukan tempat peristirahatan raja.

Sebelum konstruksi Tirtagangga, terdapat sumber mata air besar di daerah ini; sehingga masyarakat setempat menyebut daerah ini “embukan” yang artinya mata air.

Mata air itu kemudian difungsikan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan air dan juga sebagai “pemurnian” dari para Dewa. Untuk tujuan ini, mata air ini dianggap suci dan sacral.

Aspek religius dalam mengkonstruksi Tirtaganga untuk rumah istirahat raja dan juga untuk fungsi umum layak untuk disaksikan.

Sumber: http://www.karangasemtourism.com/id/lokasi_wisata/tirtagangga/

Ditulis dalam Tempat Wisata Bali | Leave a Comment »

Candi Dasa

Ditulis oleh pande aditya di/pada Agustus 4, 2008

Sejarah:
Dahulu, Candidasa dikenal sebagai Teluk Kehen. Namun, sejak daerah ini dibuka menjadi objek wisata, nama Candidasa pun mulai digunakan.
Tidak ada catatan/laporan pasti tentang latar belakang nama Candidasa. Namun, dianggap pemilihan nama ini berhubungan dengan cerita “lingga” di bagian dalam candi yang terletak pada perbukitan Candidasa.
Naskah kuno menyebutkan bahwa Pura Candidasa dibangun pada abad ke-12. Ada “lingga” yang terdapat di dalam candi yang dipercaya sebagai symbol Dewa Siwa. Di tempat suci ini konon bisa mendapatkan penghargaan tertinggi atau “sorga” dengan uttering sepuluh huruf yang disebut “Dasa Aksara” (Dasa artinya sepuluh).
Cerita lain mengatakan bahwa nama Candidasa diinspirasi oleh sebuah patung dekat lingga. Patung itu adalah patung Dewi Hariti yang dikelilingi oleh 10 anak. Dipercaya bahwa Dewi Hariti memberikan berkah berupa kemakmuran dan kesejahteraan kepada mereka yang bersembahyang disana.

Lokasi:
Candidasa terletak di desa Samuh-Bugbug, Kecamatan Karangasem. Sekitar 65 km dari Denpasar dan 12 km dari Amlapura.

Fasilitas:
Fasilitas yang tersedia disini antara lain: restoran, hotel-hotel kecil, hotel berbintang, dan fasilitas lain yang diperlukan untuk mendukung industri pariwisata.

Deskripsi:
Candidasa dikenal karena pasir putihnya. Industri pariwisata bermunculan dengan latar belakang Samudra Hindia. Dari tempat ini kita bisa melihat Pulau Lombok dan Nusa Penida dan cahaya “jukung” yakni perahu tradisional yang bersinar akan selalu membawa Anda untuk datang lagi.

Ditulis dalam Tempat Wisata Bali | Leave a Comment »

Taman Ujung

Ditulis oleh pande aditya di/pada Agustus 4, 2008

Sejarah:
Istana Air Ujung, yang oleh masyarakat setempat disebut Taman Soekasada
Ujung dibangun pada tahun 1919. Namun, peresmian kompleks istana air ini
dialkukan pada tahun 1912.

Istana air yang dikonstruksi oleh raja terakhir Karangasem, I Gusti Bagus
Jelantik, yang memerintah di Karangasem antara 1909 dan 1945.

Taman Ujung dibangun untuk menyambut dan melayani tamu-tamu penting dan
raja-raja dari negara retangga, disamping sebagi tempat untuk raja dan
keluarga kerajaan.

Lokasi:
Taman Sukasada Ujung terletak di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem-sekitar
85 km dari Bandar Udara Ngurah Rai atau 5 km dari Amlapura.

Fasilitas:
Aktifitas pariwisata di daerah ini antara lain: warung makan, restoran
kecil, dan areal parkir yang luas. Para wisatawan yang tertarik dengan
produk kerajinan lokal dapat menemukannya di beberapa toko seini yang ada
di sini.

Deskripsi

Taman Soekasada Ujung telah diumumkan sebagai objek wisata budaya mengingat dianggap sebagai satu dari warisan budaya yang ada di Kabupaten Karangasem.

Kompleks Taman Soekasada Ujung merupakan kombinasi dari arsitektur Bali dan Eropa. Terdapat tiga kolam besar dan luas di daerah ini. Di tengah kolam utama, terdapat bangunan yang menghubungkan sisi-sisi kolam dengan
dua jembatan.

Pada kompleks tertinggi, kita akan menemukan patung “warak” (badak). Di bawah wark adalah patung banteng. Dari tempat tinggi ini kita bisa melihat pemandangan laut yang mengagumkan dengan hutan yang menghijau, keindahan Gunung Agung yang dikombinasikan dnegan persawahan yang hijau.

Kemegahan Taman Ujung telah dirusak akibat meletusnya Gunung Agung pada
tahun 1963 dan diperburuk dengan gempa bumi pada tahun 1979. Namun,
penyelematan telah dilakukan untuk membawa kembali kejayaan kompleks
istana air ini dengan merekonstruksi dan merevitalisasinya. Meskipun
tidak seutuh dulu, namun kemegahannya terlihat sampai sekarang.

Ditulis dalam Tempat Wisata Bali | Leave a Comment »

Tulamben

Ditulis oleh pande aditya di/pada Agustus 4, 2008


Sejarah:
Tulamben adalah suatu desa yang namanya diambil dari kata “Batulambih”. Batulambih berarti banyak batu yang diakibatkan oleh meletusnya Gunung Agung. Seiring dengan waktu, kata ini berubah menjadi Batulamben dan akhirnya diucapkan sebagai Tulamben.

Lokasi:
Objek wisata ini terletak di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu-sekitar 102 km dari Denpasar dan 25km dari Amlapura.

Fasilitas:
Terdapat beberapa fasilitas pendukung pariwisata; misalnya, hotel, restoran, dan warung. Bagi wisatawan yang ingin melihat kehidupan bawah air, operator-operator selam tersedia.

Deskripsi:
Desa Tulamben tulamben berkembang menjadi objek wisata karena posisinya yang strategis dank arena keindahan alam sekitarnya. Dari sini kita bisa menyaksikan pemandangan yang mengagumkan dari Gunung Agung dari sisi barat. Disamping itu, Tulamben juga menawarkan panorama kehidupan laut yang menakjubkan.

Di dalam pertualangan bawah air, kita akan menemukan bangkai kapal US Liberty dari Perang Dunia II. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Apabila Anda menyelam, ada tidak saja akan merasa kembali ke zaman lampau, Anda akan melihat ikan-ikan tropis dan kehidupan bawah air lainnya.

sumber : http://www.karangasemtourism.com/id/lokasi_wisata/tulamben/

Ditulis dalam Tempat Wisata Bali | Leave a Comment »

Besakih

Ditulis oleh pande aditya di/pada Agustus 4, 2008


Sejarah
Pura ini pada awalnya dibangun di suatu desa suci yang disebut Hulundang Basukih, yang kini dikenal sebagai Desa Besakih. Nama Besakih diambil dari kata “Basuki” atau dalam naskah kuno ditulis sebagai Basukir atau Basukih. Kata Basuki sendiri diambil dari kata Sanskerta “Wasuki” yang berarti “penyelamat”.

Sementara, dalam mitologi Samudramanthana disebutkan bahwa Basuki adalah nama naga yang melingkari Gunung Mandara.

Cerita kuno menyebutkan bahwa Pura Besakih dibangun oleh Rsi Markandya dan pengikutnya sekitar abad ke-11. Pada waktu itu, Rsi Markandya ingin pergi ke Gunung Agung untuk membangun peristirahatan. Namun, proses pembangunannya bermasalah karena meninggalnya para pengikutnya akibat suatu penyakit. Untuk menyelamatkan para pengikutnya maka Rsi Markandya membuat sebuah tempat pemujaan terhadap Tuhan sebagai penyelamat. Tempat pemujaan tersebut disebut “Sanggar Basuki”.

Lokasi:
Pura Besakih terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, sebelah Barat Daya Gunung Agung-sekitar 44 km dari Amlapura dan 62 km dari Denpasar.

Fasilitas:
Beberapa fasilitas penunjang pariwisata yang tersedia di daerah ini antara lain: warung makan, penjual buah-buahan, dan toko barang-barang seni. Tempat parkir juga tersedia dan pemandu wisata local yang selalu siap memberikan layanan terbaiknya.

Deskripsi:
Pura Besakih merupakan salah satu objek wisata yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan tempat wisata lainnya. Pura Besakih menjadi terkenal karena kompleks candi yang didirikan disana, sehingga dikenal sebagai Pura Utama di Bali. Besakih yang menawarkan atmosfir religius dibangun berdasarkan pada empat arah.

Sumber http://www.karangasemtourism.com/id/lokasi_wisata/besakih/

Ditulis dalam Tempat Wisata Bali | Leave a Comment »

Bukit Jambul

Ditulis oleh pande aditya di/pada Agustus 4, 2008

Sejarah:
Nama Bukit Jambul pertama kali diberikan pada saat invasi Belanda ke Indonesia oleh seorang wisatawan yang melihat sebuah bukit tinggi berdiri di sebelah selatan jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Klungkung dan Besakih. Di puncak bukit terdapat sebuah pura yang disebut Pura Pucak Sari yang dikelilingi oleh pepohonan besar. Sementara, di bawah kompleks pura terdapat panorama persawahan yang memukai. Ini membuat pepohonan terlihat seperti jambul.

Lokasi:
Bukit Jambul terletak di desa tradisional Pesaban, Desa Nongan, Kecamatan Rendang. Bukit Jambul terletak 8 km dari Kabupaten Klungkung, 51 km dari Denpasar atau 15 km dari Pura Besakih.

Fasilitas:
Di objek wisata ini banyak terdapat warung dan restoran. Tempat parkir yang luas juga tersedia.

Deskripsi:
Bukit Jambul dikenal sebagai tujuan wisata yang mengagumkan karena kombinasi harmonis antara perbukitan, persawahan, lembah, dan panorama laut yang indah. Dari ketinggian bukit kita bisa menyaksikan keindahan alam di bawahnya.

Sumber http://www.karangasemtourism.com/id/lokasi_wisata/bukit_jambul/

Ditulis dalam Tempat Wisata Bali | Leave a Comment »

Jemeluk

Ditulis oleh pande aditya di/pada Agustus 4, 2008

Sejarah:
Berdasarkan cerita rakyat setempat nama Jemeluk berasal dari kata “menyeluk” atau “seluk” yang berarti teluk. Daerah ini terkenal dengan kehidupan bawah airnya.

Lokasi:
Jemeluk terletak di Desa Purwakerti, Kecamatan Abang-sekitar 100 km dari Denpasar atau 21 km dari Amlapura.

Fasilitas:
Di sekitar daerah ini dapat ditemukan restoran, hotel, dan warung makan. Pengunjung yang ingin melihat panorama laut dari dekat dapat menikmatinya dari tempat pemberhentian.

Deskripsi:
Jemeluk merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi dengan kehidupan bawah air yang mengagumkan. Air yang jernih membuat para pengunjung nyaman bila melakukan aktifitas bawah air untuk melihat ikan-ikan tropis dan kehidupan bawah air lainnya.

Terumbu karang di Jemeluk menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung dari seluruh dunia.

Disamping panorama bawah air, kita juga bisa menikmati pemandangan alam sekitar yang indah dengan perbukitan dan lembah menawan dikombinasikan dengan laut yang luas. Proses pembuatan garam tradisional yang dibuat penduduk setempat tentulah menjadi sesuatu yang layak disaksikan.

Sumber http://www.karangasemtourism.com/id/lokasi_wisata/jemeluk/

Ditulis dalam Tempat Wisata Bali | Leave a Comment »

Yeh Malet

Ditulis oleh pande aditya di/pada Agustus 4, 2008

Sejarah:
Yeh Malet merupakan salah satu tujuan/objek wisata di Karangasem. Yeh Malet terletak di desa Antiga, Kecamatan Manggis, sekitar 33 km sebelah barat Amlapura.

Fasilitas:
Objek wisata ini dilengkapi dengan beberapa tempat istirahat untuk para wisawatan yang melewati daerah ini. Warung-warung juga tersedia disini. Wisatawan yang ingin mengetahui tentang objek wisata dan fasilitasnya sekitar Kabupaten Karangasem atau sekadar informasi singkat tentang Yeh Malet silakan hubungi pusat informasi wisatawan setempat.

Deskripsi:
Yeh Malet terletak pada jalan utama yang menghubungkan Amlapura dan Denpasar. Dengan demikian, tempat ini cocok bagi mereka yang ingin beristirahat. Di sini pengunjung dapat menikmati keindahan alam sekitar dan juga melihat proses pembuatan garam secara tradisional. Di area ini, pengunjung bisa juga berenang, memancing, atau lari pagi.

Sumber http://www.karangasemtourism.com/id/lokasi_wisata/yeh_malet/

Ditulis dalam Tempat Wisata Bali | Leave a Comment »

Tenganan

Ditulis oleh pande aditya di/pada Agustus 4, 2008

Sejarah:

Sejarah:
Tenganan merupakan salah satu dari beberapa desa kuno di Bali, yang biasanya disebut “Bali Aga”. Ada beberapa versi tentang sejarah tentang desa Tenganan. Ada yang mengatakan kata Tenganan berasal dari kata “tengah” atau “ngatengahang” yang berarti “bergerak ke daerah yang lebih dalam”. Penurunan kata ini berhubungan dengan pergerakan orang-orang desa dari daerah pinggir pantai ke daerah pemukiman, dimana posisi desa ini adalah di tengah-tengah perbukitan, yakni Bukit Barat (Bukit Kauh) dan Bukit Timur (Bukit Kangin).

Versi lain mengatakan bahwa orang-orang Tenganan berasal dari Desa Peneges, Gianyar, tepatnya Bedahulu. Berdasarkan cerita rakyat, dulu Raja Bedahulu kehilangan salah satu kudanya. Orang-orang mencarinya ke Timur dan sang kuda ditemukan tewas oleh Ki Patih Tunjung Biru, tangan kanan sang raja. Atas loyalitasnya, sang raja memeberikan wewenang kepada Ki Patih Tunjung Biru untuk mengatur daerah itu selama aroma dari I carrion kuda tercium. Ki Patih seorang yang pintar, is memotong carrion menjadi potongan-potongan dan menyebarkannya sejauh yang dia bisa lakukan. Dengan demikian dia mendapatkan daerah yang cukup luas.

Kata Pegeringsingan diambil dari kata “geringsing”. Geringsing adalah produk tenun tradisional yang hanya dapat ditemukan di Tenganan. Gerinsing dianggap sakral yakni menjauhkan kekuatan magis jahat atau black magic. Geringsing diturunkan dari kata “gering” yang berarti sakit dan “sing” yang berarti tidak.

Lokasi:
Tenganan Pegeringsingan terletak di Kecamatan Manggis, sekitar 65 km dari Denpasar (Bandar Udara Internasional Bali), dekat dengan Candidasa dan dapat dijangkau dengan mudah oleh kendaraan umum atau pribadi.

Fasilitas:
Wisatawan akan merasa nyaman mengunjungi daerah ini karena banyak fasilitas yang tersedia misalnya: warung, kamar mandi yang bagus, toko barang-barang seni, dan area parkir yang luas. Jika Anda ingin makan di restoran atau bermalam di daerah ini, Anda bisa datang ke Candidasa, sekitar 3 km dari desa ini.

Ditulis dalam Tempat Wisata Bali | Bertanda: | Leave a Comment »